PRIBUMINEWS – Waduk Jatigede memiliki luasan 4.983 hektare dengan kapasitas tampungan air sebesar 980 juta meter kubik. Untuk menggenangkan waduk tersebut harus menghilangkan 30 komplek situs dan puluhan sekolah di Kabupaten Sumedang. Salah satu sekolah yang akan ditenggelamkan adalah Sekolah Dasar (SD) Jemah. Meskipun termasuk lahan yang akan ditenggelamkan, sekolah tetap melakukan kegiatan belajar. Hal ini diungkapkan oleh wahyu selaku PLT Kepala Sekolah SD Jemah.

“Kami akan tetap lakukan kegiatan mengajar, ini merupakan perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang,” kata Wahyu saat ditemui di SD Jemah, Sabtu (1/8).

Wahyu menegaskan, seluruh guru di SD Jemah dilarang meninggalkan SD Jemah sebelum ada perintah menutup sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Kegiatan mengajar sangat penting, mengingat sekolah harus tetap beraktivitas karena seluruh orang tua siswa akan datang setiap saat untuk mengurus berkas pemindahan sekolah.

“Sejauh ini kami masih terus beraktivitas, tak hanya demi anak-anak yang harus tetap belajar, melainkan juga melayani orang tua mereka yang sampai saat ini masih mengurus berkas pemindahan sekolah,” tambahnya.

Masih terdapat 5 kelas yang tetap melakukan kegiatan belajar, kecuali kelas 4, karena siswanya seluruhnya telah pindah, seiring pemindahan lokasi rumah mereka. Sementara itu untuk para guru yang mengajar, meskipun sejumlah guru telah mengajukan pemindahan tempat mengajar, Wahyu menegaskan guru tak akan ada yang meninggalkan sekolah yang terdapat di Desa Jemah.

“Kami seluruh guru tak dapat pindah, meskipun sudah mengajukan pemindahan sekolah. Hal ini dikarenakan pemindahan sekolah tetap harus mendapat persetujuan Dinas Pendidikan, sedangkan dinas memerintahkan kami harus tetap mengajar meskipun siswa hanya tinggal dua anak,” ungkap Wahyu.

Sementara itu untuk aset sekolah, Wahyu mengaku belum mendapat lokasi untuk menyimpan aset -aset tersebut.

” Yang masih belum ada kepastian untuk tempat simpan aset sekolah, kita masih terus menunggu kabar dari Dinas Pendidikan setempat,” tutur Wahyu. (FEA/ST)

Comments

comments