PRIBUMINEWS — Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan mengungkapkan kompleks pemakaman mewah San Diego Hills, di Karawang, Jawa Barat, ternyata tak mengantongi pemerintah alias ilegal.

Selama ini, kata Ferry, pemerintah hanya memberi izin resort untuk Grup Lippo selaku pemilik. Namun, Grup Lippo ternyata menjadikannya sebagai area peristirahatan terakhir.

“Izin lahan seluas 350 hektar itu adalah untuk resort, bukan untuk kuburan. Kami sudah sampaikan peringatan tersebut kepada Grup Lippo,” kata Ferry di Jakarta, barusan.

Selain izin, San Diego Hills juga menyalahi persyaratan pemakaman umum. “Dalam aturannya, pemakaman sifatnya harus terbuka. San Diego Hills kan tertutup,” tambah Ferry.

Karena itu, Ferry mengaku sudah memberikan peringatan keras pada Grup Lippo. Ferry menambahkan, Grup Lippo sudah berjanji akan memberi ruang bagi warga miskin asal Tangerang.

“Lalu saya bilang, emang orang miskin di Tangerang meninggal dan dibawa ke San Diego Hills, sanggup bayar ambulance, kan tidak juga? Jadi selesaikan saja masalah penyalahgunaan lahan itu,” tegas Ferry. [jie]

Comments

comments