Oleh Aendra Medita*)

Saat malam itu datang ke pembukaan pameran lukisan “Kareakter” karya Shawnee Puti saya berasa ada sesuatu yang lain. Ini tidak biasa, bahkan lebih mengejutkan bagi saya. Tamu yang datang begitu sumingrah.

Mereka suka cita melihat karya Puti, Diruang Galeri Hadiprana Kemang Jakarta Selatan malam itu 16 Sepetember 2015 sangat mengesankan.

Pelukis Shawnee Puti (foto AM)
Pelukis Shawnee Puti (foto AM)

Terlihat jelas karya Puti dipajang didalam ruang galeri yang sarat konsep. Ruang depan saat kita masuk terpajang lukisan berkarater kuat. Lima lukisan besar berderet dengan warna-warna yang menohok. Kuning merah dan hanya beraksen sedikit putih dan biru. Lalu diruang dalam ada sejumlah lukisan lain yang  misalnya yang saya rasa maskot “mungkin” ini pandangan saya berjudul “Long Neck, the sceptic and fish” 2012 khusus karya ini dalam katalognya pun sampai  menjadi cover dan diulang kembali dalam dan juga cover belakang.

Pada karya lainnya “Crowded” 2012 dan Let’s have drink” 2008 dan Talk to Me” 2012 saya melihat ada adanya karakter yangmengejutkan selain ektrimnya visual karya Puti ini lebih berani liar dan pemberian warna.  Beda dengan “Flying Nude” atau potret dirinya berjudul “Shawnee fo K”  soal warna seperti kurang dalam alias mentah, namun karya ini berkesan juga dari visualnya yang berani dan naïf secara estetis. Yang lain dari karya Puti adalah pada hitam putihnya, karya hitam putihnya lebih memberi aura baru. Puti memiliki keliaran majemuk. Misalnya pada “Prostitute” “Punk Ballon” pada karya hitam putih ini Puti lebih lepas membentuk karya yang berkarakter, atau mungkin karena ini mengunakan charcoal.

lukisanputiLalu pada yang menjadi catatan penting adalah karya  catatan harian yang dipajang khusus menjadi center poin di ruang itu. Catatan penting Puti dalam perjalanan dan rekaman memori semacam biografi kecil dirinya. Karya ini memang sublimasi terasa. Meski materialnya dari kertas-kertas ada potongan  teks yang didalamnya ada sejumlah karakter yang dia mainkan secara imaji.

Apa yang menarik dari pameran Puti yang akan digelar samapai 22 September 2015 ini?   Terlihat dari segi bentuk karya puri bukan biasa dalam lukisan. Ia menawarkan kekuatan warna, komposisi dan garis-garis naïf yang tegas.

Semua jelas yang Shawnee Puti buat adalah respon besar atas kegelisannya berkarya,  menarik juga bagaimana pun seniman yang lahir di Jakarta tahun 1076 ini memang  kuat menyampaikan simbol  menohok secara garis dan tarikan bentuk.  Puti memiliki cara unik dari kegelisahannya yang merespon kekinian dengan kuasnya hanya diintensifkan media gambar dia.   Puti memang belajar melukis secara resmi di kursus seni dan patung di New York 1998-1999  Baginya, lukisan saya ekspresi kebebasan dan saya jalani semuanya.

“Konsep saya untuk lukisan hanya mengalir dan mencurahkan ide-ide saya di kanvas. Secara keseluruhan, karya saya adalah hasil dari proses ini. ” katanya.  Jika demikian gelombang emosi dan kegelisahan dapat menjadi bagian dari perjalanan lukisannya.  Akhirnya untuk memberikan gambaran tentang apa yang dilihat dalam gelombang kekuatan symbol karya Puti adalah karya dia dalam bentuk lain yang menyiratkan kekuatan paling tidak gelisah liar tentang dirinya sendiri dan memaknai respon dia akan keadaan saat ini.

Meskipun pada karyanya terlihat hanya riuh subjektif dirinya yang ditemukan dalam.  Tapi Puti telah mencoba melalui seni nya untuk mendekati subyek yang seniman lain tidak menyentuh hal ini. Puti menunjukkan perenungan yang lebih besar sehingga kesan yang timbul dari petualangannya dapat disampaikan dengan kebijaksanaan yang lebih besar.

Sekali lagi kalau melihat karyanya yang sangat menonjol adalah beraninya dia menyampaikan simbol gelisahnya yang imajinatif, intuitif.  Sehingga karya Puti ini tidak membuat untuk interpretasi bagi awam mudah, karena eksplorasi perjalanan Puti sendiri adalah gelisahan atau keliaran yang galaunya dimiliki sendiri.

Sehingga paling tidak catatan penting dalam Pameran Karakter Puti ini adalah telah hadir di publik dan Indonesia punya perupa yang menjanjikan di masa depan. Itulah yang membuat kesan beda saat masuk ke pameran Puti. Selamat!

*(Aendra Medita, pemerhati seni.

Comments

comments