PRIBUMINEWS – Pada masa jabatan Direktur Pertamina Karen Agustiawan, PT Pertamina (Persero) telah berencana membangun gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia, yakni mencapai ketinggian 530 meter.

Lalu bagaimana kelanjutan rencana pemangunan mega proyek raksasa dengan nilai investasi US$1,7 miliar, di kawasan Rasuna Episentrum Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut?

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro menuturkan, pihak Pertamina untuk saat ini masih menunda kelanjutan mega proyek tersebut. Hal itu dikarenakan kondisi perekonomian Indonesia tidak stabil.

“Kita hold (tahan) dulu,” tuturnya saat dihubungi Reyza dari Tim Redaksi Geo Energi di Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Wianda menjelaskan, alasan utama ditahannya pembangunan tersebut lantaran perseroan lebih memfokuskan keuangan untuk investasi.

“Keputusan penting untuk bisa prioritas pada kegiatan investasi Pertamina yang dapat memberikan pendapatan terutama di saat kondisi perekonomian saat ini,” jelas Wianda.

Sekedar informasi, rencana pembanguanan gedung kebanggaan Pertamina yang dapat menyaingi manara Petronas di Malaysia itu, akan dibangun dengan ketinggian 530 meter, 99 lantai dan luas total bangunan 540 ribu meter persegi. Bahkan peletakan batu pertama pembangunan Pertamina Energy Tower telah dilakukan pada 9 Desember 2013.

Lantaran investasi yang terbilang tinggi, Pertamina akhirnya mengkaji ulang pembangunan gedung itu. Dan ditunda. (REZ/GE)

Comments

comments