PRIBUMINEWS –  Pada tanggal 1-10 Oktober 2015 mendatang, WWF-Indonesia akan memimpin sebuah tim ekspedisi terumbu karangdi dalam dan luar kawasan konservasi perairan Taman Pulau Kecil (TPK) Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Ekspedisi ini merupakan permulaan dari rencana pemantauan ekosistem terumbu karang jangka panjang yang bertujuan untuk mengumpulkan data status terumbu karang dan mengevaluasi dampak ekologi dari penetapan TPK Kei Kecil. Selain WWF-Indonesia,tergabung dalam tim ekspedisi ini adalah para peneliti dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Tenggara, Universitas Pattimura, Politeknik Perikanan Negeri Tual, dan Yayasan Reef Check Indonesia.

Kawasan konservasi perairan banyak digunakan sebagai ‘alat’ pengelolaan wilayah laut di seluruh dunia, tetapi banyak variasi dalam capaian ekologinya. Melalui ekspedisi ini, diharapkan dapat diketahui bagaimana dan kapan salah satu kawasan konservasi perairan di Indonesia ini dapat memberikan dampak positif bagi keanekaragamanan hayati, perikanan dan kehidupan masyarakat. Selain itu, dengan mengetahui status dan tren ekosistem terumbu karang secara berkala juga dapat memberikan masukan kepada para pengelola dan mitra terkait dalam meningkatkan pengelolaan TPK Kei Kecil.

“WWF-Indonesia mendukung pengelolaan TPK Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara agar dapat terus mendukung keanekaragaman hayati laut, sekaligus menjaga kondisi ekosistem laut dan pesisir. Pengamatan secara berkala terhadap terumbu karang dan kehidupan sosial masyarakat perlu dilakukan baik di dalam maupun di luar kawasan karena berperan penting bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam mendukung kehidupan mayoritas masyarakat pesisir dan ketahanan pangan nasional,” jelas Andreas Hero Ohoiulun, Inner Banda Arc Project Leader WWF-Indonesia.

Tim ekspedisi akan melakukan pengambilan data di 40 titik yang tersebar di dalam dan luar kawasan TPK Kei Kecil, yang mana masih banyak ditemukan praktik-praktik pemanfaatan sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab seperti penangkapan dan perdagangan ikan karang – kerapu, napoleon, dan lain sebagainya – secara berlebihan, serta penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau racun.

TPK Kei Kecil yang terletak di bagian timur Laut Banda ini merupakan bagian dari Bentang Laut Sunda Banda (Sunda Banda Seascape), yang mana tercakup ke dalam kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle). Ekosistem lautnya memiliki peran krusial bagi ketahanan pangan Indonesia dari sektor perikanan dan keberlangsungan hidup spesies laut yang dilindungi seperti penyu, pari manta, dugong, dan beberapa jenis paus.

Catatan Editor:

  • Peta 40 titik Ekspedisi Kei Kecil dapat diunduh melalui tautan http://bit.ly/petaxpdckei.
  • Sejak tahun 2004, bersama Yayasan Save Indigenous Rights and Nature (SIRaN), WWF-Indonesia mendukung Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam upaya konservasi di Kepulauan Kei Kecil.
  • Pada tahun 2012 silam, WWF-Indonesia bersama pemerintah, komunitas setempat, dan pakar memfasilitasi pencadangan 150.000 hektar TPK Kei Kecil yang diresmikan melalui SK Bupati Maluku Tenggara No.162 Tahun 2012 Tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Maluku Tenggara.
  • Selain dari pemantauan ekosistem, pemantauan dampak sosial ekonomi dari penetapan dan pengelolaan TPK Kei Kecil juga akan dilakukan pada bulan Januari 2016 bekerja sama dengan universitas lokal. (rilis/wwf)

Comments

comments