PRIBUMINEWS – Mantan aktivis yang kini Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan kekesalannya atas lemahnya Presiden Joko dalam menangani bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di banyak tempat di Indonesia. Bukan hanya lemah, Joko juga dinilai Andi Arief tidak punya hati nurani. Andi mengungkapkan hal itu lewat akun Twitter-nya, Rabu lalu (21/10). Berikut twit lengkap Andi Arief tanpa penyuntingan.

Bangsa Indonesia juga disebut Nusantara atau nama-nama besar lainnya, tidak pernah kalah perang, Hancurnya karena bencana dan perang saudara

Di 200 tahun terakhir, bangsa mampu kuat atasi letusan gunung api, tsunami, gempa dll. Tapi saat ini tak bisa berbuat banyak hentikan asap.

Pemimpin boleh punya cita-cia yang cetar membahana tak memunggungi laut, tapi melawan asap pemimpin berubah cemen.

Menjadi pemimpin yang sering mimpi tinggi-tinggi, kalau gampang menyerah.

Penghentian asap atas kebakaran hutan adalah paling sederhana jika tidak salah diagnosa di awal. Anda terlalu meremehkan tuan presiden.

Bukan hanya soal asap ini yang anda remehkan, tapi banyak hal yang sudah kadung dipercayai rakyat yang tuan pasti tidak mampu lakukan.

Tuan masih bisa tertawa lebar dan leha-leha, di saat rakyat anda berjuang hidup melawan asap di berbagai tempat. Anda tak punya hati.

Menghadapi rakyat yang sedang berjuang melawan asap untuk hidup, artinya rakyat anda bisa hidup dan mati. Anda harus aktif tuan.

Anda panglima tertinggi TNI. Hitung kekuatan semua, kalau anda cerdik pasti selesai. Tanpa harus anda berseragam tentara.

Dalam setahun ini anda bukan hanya gagal, tapi anda lemah dan tak punya hati.

Pemimpin besar harus bisa menghadapi ujian yang besar. Ujian terbesar adalah menghadapi gejolak manusia dan alam.

Anda harus belajar pada sutardji Calzoum Bahri:”yang tertusuk padamu, berdarah padaku”

Sepanjanh bukan api neraka dan api nan tak kunjung padam, manusia dg segala kecerdasan yang diberikan pasti mampu menghentikan, Kalau mau.

Sebelumnya, pada 20 Januari 2015 lalu, sebagaimana disiarkan pada situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, setkab.go.id, Presiden Joko mengatakan persoalan kebakaran hutan dan lahan bukanlah masalah yang rumit untuk diatasi. Berikut berita lengkap yang disiarkan di situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu.

JokoAsap

Setelah meresmikan Masjid Raya Mujahidin di Pontianak dan meletakkan batu pertama pembangunan irigasi tersier di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari pertama kunjungan kerjanya ke Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (20/1) petang, memberikan briefing antisipasi kebakaran hutan di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam arahannya Presiden Jokowi mengatakan, begitu banyak organisasi yang terlibat untuk mengatasi kebakaran hutan. Ia menyebutkan, semua organisasi ada semuanya, dari Gubernur, Pangdam, TNI, Polda membawahi Porles sampai ke bawah, ditambah yang namanya Manggala Agni, ada polisi hutan.

Namun, Presiden Jokowi mempertanyakan organisasi yang besar ini tidak bisa menyelesaikan masalah kebakaran hutan yang sudah terjadi bertahun-tahun. “Ada yang salah tidak? Ada kemauan tidak? Itu saja kuncinya, mau tidak menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.

Kepala Negara mengaku malu dengan warga dunia yang lain karena kebakaran hutan yang terus terjadi di sini, yang seolah-olah memberi kesan dipelihara.

Kita sendiri, lanjut Presiden Jokowi, juga sering lapangan terbang tidak bisa dipakai untuk turun maupun naik gara-gara asap. Negara yang lain juga kita asapi. Gas emisi juga menjadi kalkulasi dunia.

“Ada semua catatannya. Waktu di Asian Summit, Apec, G-20 dipaparkan. Kalau setiap tahun saya harus terima malu seperti itu saya tidak mau. Harus ada yang bertanggungjawab. Bekerja itu jelas, ada yang harus bertanggungjawab,” tegas Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta semua pihak yang terlibat dalam pencegahan kebakaran hutan, agar api jangan dibiarkan sampai besar. Begitu ada titik langsung dikejar.

“Saya bekerja mengurusi api juga tidak sehari dua hari. Sudah di hutan pinus lebih sulit. Sebab itu saya mengerti. Saya berani ngomong karena saya mengerti,” ujar Jokowi.

Kepala Negara meyakini semua yang terlibat dalam pencegahan kebakaran hutan sudah tahu jurusnya seperti apa, kungfunya seperti apa. “Jadi ini hanya masalah kemauan,” tukasnya.

Menurut Presiden Jokowi, begitu hujan ini sudah mulai hilang, masuk ke musim kemarau, ia akan melihat hariannya. Ia menyebutkan, beberapa daerah yang mendapatkan perhatiannya dalam pencegahan kebakaran hutan itu, yaitu di Kalimantan Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, karena di daerah itu yang selalu mengkhawatirkan.

“Sekali lagi, saya minta tahun ini kita tidak mengulang lagi karena kebakaran yang menyebabkan persepsi, imej, masyarakat publik dunia, tetangga kita menjadi masalah gara-gara ini,” kata Presiden Jokowi .

Presiden smenyampaikan keyakinannya , jika kita punya kemauan bersama menyelesaikan masalah ini maka akan bisa diselesaikan. Menurut Presiden, masalah ini nampak di depan mata bukan sesuatu yang rumit dan sulit untuk dicari.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, dan anggota Dewan Pertimbangan Preside Sidarto Danusubroto. (Ton/Pur)

Comments

comments