PRIBUMINEWS – Asap yang menebal akibat lahan dan hutan yang terbakar atau dibakar membuat Gunung Sinabung di Sumatera Utara tidak terlihat. Padahal, erupsi Gunung Sinabung sampai sekarang tak kunjung berhenti. Kondisi ini membuat warga Kabupaten Tana Karo, Sumatera Utara, yang menjadi pengungsi menjadi ketakutan. “Tentu hal itu sangat mengkhawatirkan berbagai pihak. Karena, intensitas erupsi Sinabung belakangan ini tinggi, namun pos pemantau Gunung Sinabung kesulitan melihat dengan kamera arah luncuran awan panas Sinabung saat terjadi erupsi,” ungkap Susanto Ginting, relawan dari Kantor Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Medan, Sumatera Utara, sebagai dilaporkan situs relawan tersebut, Jumat (23/10).

Sudah tiga pekan lebih, tambahnya, Gunung Sinabung tidak tampak keberadaannya karena tertutup asap kiriman. Menurut Santo, masyarakat masyarakat yang tinggal di radius 5 mulai merasakan ketakutan. “Jadi, selain dikepung asap kiriman yang tebal, mereka juga mengatakan takut erupsi Sinabung, karena tidak tampak arah luncurannya,” ujar Santo, yang juga aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tana Karo.

Kondisi para pengungsi itu, lanjutnya, sangat memprihatinkan. “Sudah mereka belum mendapatkan kepastian nasib masa depan di tempat penampungan, harus pula tertimpa asap kiriman dari daerah lain yang membahayakan kesehatan,” tutur Santo. (ACT/Pur)

Comments

comments