PribumiNews – Empat organisasi profesi yaitu Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), dan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) mengajukan nota keprihatinan atas 9 Dash Line Tiongkok. Secara tak langsung Tiongkok telah mengklaim wilayah tradisional fishing ground mereka dibuat menjorok masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, yakni sekitar wilayah Kepulauan Natuna.

“Karena klaimitulah maka organisasi profesi kami prihatin dan mendukung sikap pemerintah yang mempertanyakan klaim Tiongkok untuk 9 dash line itu,” tegas Ketua Umum IAGI Sukmandaru Prihatmoko dalam konferensi pers di wilayah Supomo, Jakarta Selatan, Jumat (10/06).

Sukmandaru menegaskan lagi bahwa, “Kami sangat keberatan atas munculnya beberapa peta terkait wilayah kedaulatan NKRI yang digunakan sebagai materi paparan oleh beberapa pihak, termasuk oleh badan-badan pemerintahan yang di dalamnya masih memuat 9 dash line. Karena hal itu bertentangan dengan sikap pemerintah yang mempertanyakan klaim Tiongkok tersebut.”

Dan, tidak berlebihan pula bila Sukmandaru mengimbau agar seluruh peta yang digunakan dalam semua forum terbuka formal dan ilmiah untuk tidak memuat 9 dash line. “Langkah ini sebagai bentuk dukungan dan konsistensi dengan sikap pemerintah yang mempertanyakan 9 dash line,” ujar Sukmandaru.

Nota Keprihatinan atas 9 Dash Line Tiongkok inipun ditandatangani oleh 4 perwakilan asosiasi dan menurut rencana akan diserahkan kepada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. (Dod)

Comments

comments