POLRI Berkomitmen Sikat Pemakai dan Pengedar Narkoba

827
foto: humas POLRI

pribuminews.com – Peredaran narkoba di masyarakat sangat cepat dan luas, hal ini terbukti dari masih banyaknya pengguna dan pengedar yang masih berkeliaran bebas. Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya melakukan pemberantasan terhadap narkoba. Hal itu terbukti sejak awal tahun 2016 hingga bulan Agustus kemarin cukup banyak kasus-kasus narkoba yang berhasil diselesaikan.

POLRI tidak pandang bulu terhadap siapapun yang terbukti mengkonsumi narkoba. Penangkapan beberapa artis yang terbukti mengkonsumsi narkoba pun terus bertambah. Itu membuktikan keseriusan POLRI dalam mengganyang pengedar dan pemakai narkoba. Bahkan jika ada anggota POLRI yang terbukti memakai atau mengedarkan narkoba akan “disikat” pula.

Oleh karena semakin mengkhawatirkan peredaran narkoba, maka kegiatan Dialog POLRI Keempat dilaksanakan dengan mengambil tema “Liku Pemberantasan Narkoba di Indonesia”, yang dilaksanakan di Journey Coffee, Jakarta Selatan, hari Rabu 7 September 2016. Dialog ini menghadirkan para pembicara antara lain Kombes (Pol) Rudy Trianggono, Bagian Tindak Pidana Narkoba, Bareskrim POLRI, Sutrisman, Bc.IP. S.H., Direktur Keamanan dan Ketertiban, Dirjen Pemasyarakatan, Brigjen (Pol. Purn.) Drs. H. Simson Sugiarto, M.Si, Kepala Departemen Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat, DPP GRANAT, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, Psikiater, dan Tio Pakusadewo, Penyintas Narkoba.

Ada hal yang menarik dalam Dialog POLRI Keempat ketika Sutrisman, Direktur Keamanan dan Ketertiban, Dirjen Pemasyarakatan mengungkapkan banyaknya narkoba yang beredar di lapas disebabkan oleh ketika masuk ke lapas ternyata mereka masih tergolong sebagai pecandu.

“Kondisi mereka itu masih ingin menggunakan narkotika. Keinginan tersebut membuat para narapidana tetap ingin mendapatkan narkotika tersebut dengan menggunakan berbagai macam modus operasi. Salah satu modus operasi mereka adalah dengan menyalahgunakan program asimilasi, yaitu program yang bertujuan untuk membaurkan narapidana dengan masyarakat namun tetap memiliki batasan. Hal tersebut bisa menjadi pintu masuknya narkotika ke dalam lapas. Selain itu mereka dapat menyalahgunakan kantin atau bahan makanan untuk menyelundupkan narkoba,” jelas Sutrisman.

Dan, untuk mengatasi masalah peredaran narkoba di lapas itu, pihaknya melakukan penggeledahan. Pihaknya juga melakukan pembinaan yang melibatkan seluruh lapisan dari narapidana, LSM sampai ke masyarakat umum karena pada akhirnya mereka akan kembali berbaur dengan masyarakat. Untuk di lapas para narapidana narkotika mendapat pembinaan dari BNN.

Kemudian sambung Sutrisman, yang menjadi permasalahan setelah rehabilitasi adalah penempatan mantan narapidana pengguna narkoba. Kadang ada yang langsung pulang dan berproduktif di masyarakat, namun ada juga yang tidak.

Sementara itu menurut Kombes (Pol) Rudy Trianggono, Bagian Tindak Pidana Narkoba, Bareskrim POLRI, dalam menangani kasus Narkoba, setiap kasus yang ada akan dinilai dan dikategorikan sebagai pengguna aktif, pecandu, dan lainlain. “Mereka memiliki peranan masing-masing dan peran mereka menentukan pasal apa yang akan dikenakan kepada mereka. Hal ini ditentukan oleh tim asesmen terpadu dan sudah berjalan, namun masih mengalami kesulitan dalam sumber dayanya. Polri masih sangat jauh dari harapan berdasarkan fasilitas di Indonesia dan setiap perkara narkotika diawasi oleh wasidik,” tegas Rudy.

Lebih jauh lagi Rudy memaparkan bahwa terkait intervensi yang dilakukan oleh Polri untuk mencegah pecandu menggunakan narkoba kembali ketika mereka sudah kembali ke masyarakat ternyata masih terkendala. Hal ini dikarenakan Polri belum memiliki lembaga rehabilitasi, yang memiliki adalah BNN. Untuk mencegah agar tidak kembali menggunakan narkoba tentunya dibutuhkan peran keluarga, karena dukungan keluarga merupakan faktor yang penting bagi mantan pengguna narkotika. Adapun rehabilitasi yang diberikan kepada pengguna anak-anak dan dewasa dilakukan melalui rehabilitasi sosial.

Memang untuk memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia perlu ada kerjasama antar elemen masyarakat dan pemerintah seperti POLRI, BNN, dan lembaga lainnya. (Pam)

Comments

comments