Pribuminews.com –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar menegaskan akan mengelola sektor energi dan sumber daya mineral dengan lebih transparan dan akuntabel, demikian pernyataan Arcandra setelah bertemu pimpinan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tekad tersebut akan diimplementasiakan Arcandra dengan menerapkan sistem pengelolaan yang terencana dan terukur.

“Sebuah kerhormatan bagi saya bisa berkunjung ke KPK, bisa berkenalan, bisa mengetahui apa yang mesti dan bisa saya lakukan, dan apa yang tidak boleh saya lakukan dan apa yang seharusnya bisa saya lakukan,” cerita Arcandra.

Pertemuan dengan pimpinan KPK ini dalam rangka untuk mencegah tindakan melawan hukum dalam pengelolaan sumber daya alam di Kementerian ESDM dan perbaikan-perbaikan yang mungkin dilakukan. Sehingga pengelolaan sektor ESDM ke depan dapat lebih baik lagi terutama dalam hal transparansi dan bisnis proses yang transparan (accountable).

“Kita akan membuat sistem yang lebih baik, terencana dan terukur dan saat ini masih dalam proses evaluasi, apa yang akan kita lakukan sehingga sistem itu bisa berjalan dengan baik,” ungkap Arcandra.

Sementara itu Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif mengatakan, KPK saat ini telah memiliki sejumlah kajian terkait pengelolaan sektor ESDM, mulai dari migas, tambang, dan energi. Semua  kajian-kajian yang dimiliki KPK dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, termasuk Kementerian ESDM terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang lebih transparan dan akuntabel.

Terkait dengan ditemukannya tambang-tambang bermasalah La Ode menambahkan. Tambang-tambang bermasalah dari segi perijinan yang jumlahnya sekitar 3.000 an, Menteri ESDM telah berjanji akan menindaklanjuti ke depan. (DP)

Comments

comments