Forkom BEM PTAI se-Indonesia Tolak Aksi 212

0
1346

pribuminews.com – Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (Forkom BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia menolak rencana aksi 2 Desember 2016 yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

Presidium Nasional BEM PTAI Maldini meminta semua pihak untuk tidak menjadikan agama sebagai alat untuk mengejar target politik. Menurut dia, agama bukanlah rumah tapi nilai yang membangun, membenahi dan memperindah rumah besar Indonesia.

“Beberapa waktu belakangan ini sering kita lihat kejadian-kejadian yang mengandung isu SARA (Suku, Ras, dan Agama) menimpa bangsa Indonesia,” kata Maldini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/11/2016).

‎Ia menjelaskan, kejadian tersebut sangat melukai dan mengurangi identitas bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, menciderai nilai-nilai Pancasila yang berpotensi menimbulkan luka lama lagi berupa primordialisme dan sektarianisme.

“Peristiwa yang terbaru adalah Aksi Bela Islam yang dilakukan beberapa ormas Islam tertentu pada tanggal 4 November.‎ Aksi ini jelas tidak sejalan dengan Islam sendiri sering disebut agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta,” ujar mahasiswa dari Universitas Islam Nusantara Bandung ini.

Maka dari itu, Maldini bersama Forkom BEM PTAI se-Indonesia mengecam oknum-oknum yang mengatasnamakan Islam yang berpotensi memecah belah rakyat Indonesia khususnya umat Islam pada aksi 212 nanti.

“Jangan sampai kejadian di negara seperti Iraq, Syiria, Afghanistan, bahkan Yugoslafia (yang hancur karena primordialisme dan sektarianisme) menimpa bangsa Indonesia,” jelas dia.

Di samping itu, Maldini mendesak kepada pemerintah dan penegak hukum untuk menyelesaikan berbagai konflik yang mengancam keutuhan NKRI dengan cepat, tegas, dan tepat demi mengendalikan situasi yang aman dan tertib dalam berbangsa.

“Pemerintah harus melakukan mediasi antara dua pihak yang sedang berseteru dan bina situasi kondisi yang harmonis,” tandasnya.(teropongsenayan)

Comments

comments

LEAVE A REPLY