Muhammadiyah Tidak Larang Warganya Ikut Aksi 212

0
530

pribuminews.com – Berbeda dengan Nahdlatul Ulama (NU), warga Muhammadiyah dipersilahkan untuk bergabung dan mengikuti aksi super damai Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016 mendatang.

“Dalam kegiatan ini memang Muhammadiyah tidak terlibat, namun kami tidak melarang jika ada warga Muhammadiyah akan pergi zikir akbar di Monas (212) nanti,” kata Sekretaris Umum Pusat PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Meski begitu, Mu’ti juga berharap, agar kegiatan zikir akbar yang rencananya akan diikuti jutaan umat Islam ni adalah yang terakhir terkait tuntutan keadilan terhadap kasus penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kegiatan ini memang bagus dilaksanakan, dan juga diharapkan bisa memperoleh solusi mengenai persoalan yang sedang terjadi yaitu penistaan agama,” ujarnya.

Pada kegiatan zikir bersama itu, sejumlah organisasi keagamaan sudah memutuskan akan bergabung melakukan Salat Jumat berjamaah dan juga doa bersama.

Aksi damai yang dilakukan merupakan bentuk keprihatinan umat Islam terhadap ketidak adilan terhadapa kasus penistaan agama lain. Pasalnya, khusus Ahok tidak dilakukan penahanan.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyarankan agar warga Nahdliyin tidak melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.

Said menyarankan masyarakat agar menghormati proses hukum Ahok yang saat ini sudah dilakukan kepolisian.

“Demo itu energi, tenaga, waktu, uang habis. Toh proses (hukum) sudah berjalan. Kalau enggak percaya sama hukum (negara) kita, masa percaya sama hukum negara lain,” kata Said, usai menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang (25/11/2016) kemarin.

Jika masyarakat tetap memaksa demo, lanjut dia, harus dilakukan dengan damai, tidak anarkis. “Barang siapa mengajak kebaikan harus dengan cara baik, tidak bisa dengan cara yang buruk,” katanya.(Teropongsenayan)

Comments

comments

LEAVE A REPLY