Pesawat CN235-220M Dibeli AU Senegal

0
686
foto: istimewa

pribuminews.com – PTDI kembali melakukan kegiatan ferry flight 1 (satu) unit pesawat terbang CN235-220M Multi Purpose yang dibeli oleh A.D. Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal, setelah sebelumnya pada tanggal 25 November 2016 melakukan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft ke Royal Thai Police. Ferry Flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft yang diperuntukkan bagi Angkatan Udara Senegal dilakukan pada hari ini tanggal 27 Desember 2016 di Hanggar Final Assy Fixed Wing PTDI, Jl. Pajajaran No. 154 Bandung.

Senegal Air Force Chief of Staff, General Birame Diop dan Deputy General Director A.D. Trade, Belgia, Max Abitbul datang didampingi Direktur Utama PTDI, Budi Santoso meninjau persiapan ferry flight pesawat terbang yang dibeli oleh A.D. Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto turut pula hadir untuk menyaksikan ferry flight pesawat CN235-220 Multi Purpose untuk Angkatan Udara Senegal.

Penandatangan kontrak pembelian telah ditandatangani tanggal 06 November 2014 oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dan Deputy General Director A.D. Trade, Belgia, Max Abitbul pada event Indodefence Expo 2014. Kontrak pembelian ini merupakan pembelian yang keempat kalinya. Sebelumnya A.D. Trade Belgia juga telah membeli 3 (tiga) unit CN235 dari PTDI. Ketiga unit CN235 yang dibeli melalui A.D. Trade Belgia telah digunakan oleh Burkina Faso sebanyak 2 (dua) unit dan Venezuela sebanyak 1 (satu) unit.

“Pesawat CN235-220 produk PTDI sudah dikenal luas di berbagai Negara sebagai pesawat multi guna yang efektif dan efisien dan dapat beroperasi dari landasan dengan kondisi terbatas,” ungkap Dirut PTDI, Budi Santoso.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal ini memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat (Quick Change Configurations) seperti paratroop, medical evacuation, VIP transport dan passanger transport karenanya mampu menjawab kebutuhan di Negara-negara Asia dan Afrika. “Ini adalah bukti kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi,” jelas Budi Santoso.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal akan diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Dakar, Senegal dengan melalui rute Bandung – Medan – Kolombo – Maldives – Pakistan – Riyadh – Khartoum – Chad – Burkina Faso – Dakar, Senegal.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft dilengkapi pintu depan yang bisa dipakai sebagai pintu masuk/keluar untuk VIP/VVIP, dan pintu belakang khusus yang dibuka ke arah dalam dan cukup besar untuk dipakai saat operasi terjun payung. Sementara ramp door yang ukurannya cukup besar dan tetap ada untuk keluar masuk barang bahkan dapat digunakan untuk memasukkan kendaraan kecil.

Harapan Pemerintah dengan kegiatan Ferry Flight untuk Senegal
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircarft untuk Angkatan Udara Senegal sebagai bukti pengakuan dunia terhadap produk pesawat terbang buatan industri dalam negeri dan ucapan selamat kepada PTDI atas keberhasilannya melakukan ferry flight pesawat ini.

“Pemerintah memberikan prioritas pada industri transportasi sebagai salah satu industri andalan,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Indonesia bangga kepada PTDI sebagai satu-satunya industri dirgantara di kawasan Asia Tenggara. Diharapkan di tahun berikutnya, PTDI dapat meningkatkan jumlah produksi pesawat maupun helikopter untuk dikirim baik dalam negeri maupun luar negeri sekaligus meningkatkan diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar.

PTDI juga saat ini sedang mengembangkan pesawat N219, pesawat tersebut berpenumpang 19 orang yang diharapkan mampu menjadi sarana konektivitas wilayah Indonesia yang sebagian besar terdiri dari kepulauan. Pesawat N219 ini adalah pesawat perintis yang didesain sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia yang memiliki kemampuan diantaranya mampu mendarat di ketinggian tertentu di wilayah Papua serta mampu mendarat di kondisi yang tidak beraspal.

Pemerintah berharap pesawat N219 dapat terbang perdana tahun 2017, selanjutnya pemerintah meminta PTDI merencanakan pengembangan jenis pesawat lain yaitu pesawat N245 yaitu pesawat propeler dengan penumpang hingga 50 orang. “Pesawat ini masuk dalam project prioritas nasional dan project ini juga contoh untuk menghubungkan kota-kota yang ada di wilayah Indonesia,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Di sektor industri pendukung pada tahun 2015, Kemenperin telah memutuskan Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM), yang terdiri dari berbagai industri di bidang metal, karet, plastik, serta lembaga riset dan konsultan. Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) diharapkan mampu menyediakan komponen pesawat terbang produksi dalam negeri, INACOM juga menjadi bagian penting dalam added value industri pesawat terbang dunia, menjadi penyedia utama komponen, dan pada saat terbang perdana, komponen TKDN masuk sejumlah 40 persen. Dan diharapkan akan meningkat menjadi 60 persen pada tahun 2019.

Populasi Pesawat Terbang CN235 Produksi PTDI di Dunia
PTDI telah berhasil memproduksi dan mengirimkan 62 unit pesawat terbang CN235, baik dalam negeri maupun luar negeri. PTDI telah mengekspor sebanyak 35 unit pesawat terbang CN235 kepada pemesannya di luar negeri, yaitu Venezuela, Senegal, Burkina Faso, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Malaysia, Korea Selatan, Thailand dan Brunei Darussalam.

Sedangkan pelanggan dalam negeri adalah TNI AU, TNI AL dan Merpati Nusantara Airlines.

Venezuela, Negara Amerika Latin itu pernah membeli 1 (satu) unit CN235 sebagai alat angkut penumpang. Burkina Faso di Afrika Barat telah membeli 2 (Dua) unit CN235 sebagai alat transportasi militernya. Pakistan membeli 4 (Empat) unit CN235, tiga di antaranya untuk mengangkut pasukan militer, sedangkan satu lainnya digunakan sebagai alat transportasi very important person (VIP).

Keunggulan CN235 terdengar sampai negara-negara yang lebih maju seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Turki, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara-negara tersebut memesan CN235 dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan.

Uni Emirat Arab membeli 6 (enam) unit CN235 untuk keperluan angkut militer dan 1 (satu) unit pesawat terbang berjenis sama sebagai alat transportasi very very important person (VVIP).
Brunei Darussalam memilih CN235 sebagai kendaraan angkut VVIP. Sementara Malaysia membeli 6 (enam) unit CN235 untuk mengangkut pasukan militer, dan 2 (dua) unit lainnya sebagai alat angkut VVIP.

Turki pun memesan 6 (enam) unit CN235 MPA dan 3 (tiga) unit CN235 jenis maritime surveillance aircraft (MSA).

Korea Selatan juga menjadi konsumen pertama yang paling banyak menggunakan produk PTDI. Tak tanggung-tanggung, Korea Selatan membeli 12 (dua belas) unit CN235 untuk berbagai keperluan. Tujuh unit di antaranya untuk alat transportasi militer, satu unit untuk angkutan VVIP yang digunakan oleh ROKAF (Royal Korea Air Force), dan empat unit untuk MSA yang digunakan oleh KCG (Korea Coast Guard).

Keunggulan pesawat terbang CN235-220
Pesawat terbang CN235-220 memiliki keunggulan yakni:
1. Dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal.
2. Mampu mengangkut 49 penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan merupakan pesawat terbang multiguna untuk berbagai macam misi, seperti pesawat terbang angkut penerjun, evakuasi medis, pesawat terbang kargo, pesawat terbang sipil maupun pesawat terbang VIP dan VVIP.
3. Memiliki ramp door yang mampu membawa mobil di dalamnya.
4. Memiliki sistem avionik terbaru modern dan Full Glass Cockpit.
5. Multihop Capability Fuel Tank, yaitu teknologi yang memungkinkan pesawat terbang tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
6. Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, High Wing Configuration.
7. Memiliki harga yang kompetitif dengan biaya perawatan yang murah. (dod)

Comments

comments

LEAVE A REPLY