Disepakati, Biaya Haji 2017 Sebesar Rp 34 Juta

0
359

pribuminews.com – DPR dan pemerintah akhirnya menyepakati Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1438 H/2017 M sebesar Rp 34.890.312 atau sekitar USD 2.617 dengan kurs Rp 13.331

Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama RI menyepakati komponen direct cost penyelenggaraan ibadah haji tahun 1438 H/2017 M sebesar Rp 34.890.312,” kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher di ruang kerja Komisi VIII DPR, Kamis (23/3/2017).

Kesepatan itu disetujui, setelah Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama merampungkan pembahasan bersama sejak awal Februari 2017 lalu. Bahkan, Panja BPIH Komisi VIII dari tanggal 20 sampai 22 Maret melakukan pembahasan maraton hingga pukul 03.30 dini hari.

Ali mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, terutama dikarenakan adanya kenaikan kuota haji sebesar 31,4 persen yang semuIa untuk haji reguler berjumlah 155.200 jemaah dan pada tahun ini berjumlah 204.000 jemaah dari total kuota nasional sebanyak 221.000.

BPIH tahun ini tidak jauh berbeda dari biaya haji tahun 2016. Di mana tahun lalu ongkos naik haji sebesar Rp 34.641.304 atau senilai USD 2.585.

Berikut rincian komponen BPIH tahun 2017:

a. Harga rata-rata komponen penerbangan (Tiket, Airport Tax, dan Passenger Service Charge) sebesar Rp 26.143.812,- dan dibayar Iangsung oleh jemaah haji (direct cost).

b. Harga rata-rata pemondokan Mekkah sebesar SAR 4.375 dengan rincian sebesar SAR 3.425 dialokasikan ke dalam anggaran dana optimalisasi (indirect cost) dan sebesar SAR 950 yang dibayar oleh jemaah haji (direct cost) dengan ekuivalen sebesar Rp 3.391.500,00.

c. Besaran living allowance sebesar SAR 1500 yang ekuivalen sebesar Rp 5.355.000 dan diserahkan pada jemaah haji daIam mata uang Saudi Arabia Riyal (SAR).

Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama RI menyepakati biaya rata-rata sewa pemondokan Madinah sebesar SAR 85O dengan sistem sewa semi musim dan dibiayai dari dana optimalisasi (indirect cost).

Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama RI menyepakati total indirect cost BPIH tahun 1438 H/2017 M sebesar Rp 5.486.881.475.537 dengan rincian secara garis besar sebagai berikut:

a. Biaya PeIayanan Jemaah di Arab Saudi sebesar Rp 4.735.588.353.090.

b. Biaya PeIayanan Jemaah di Dalam Negeri sebesar Rp 270.182.591.077.

c. Biaya OperasionaI Hajidi Arab Saudi sebesar Rp 274.045.591.470.

d. Biaya OperasionaI Haji DaIam Negeri sebesar Rp 167.064.939.900.

Panja BPIH Komisi VIII DPR Tahun 1438 H12017 M dan Panja BPIH Kementerian Agama menyepakati peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji sebagai berikut:

a. Jumlah makan jemaah di Makkah menjadi 25 kaIi dan di Madinah 18 kaIi.
b. Waktu tinggal jemaah di Arab Saudi selama 41 hari.
c. Biaya satuan penyelenggaraan haji di Kab/Kota dan KUA masing-masing sebesar Rp 75.000 sebanyak 10 kaIi di luar Jawa dan 8 kali di pulau Jawa.
d. Direct cost petugas TPHD tidak dibiayai oleh dana optimalisasi.
e. Harga upgrade tenda di Arafah ditetapkan sebesar SAR 200 dan jika terdapat peningkatan biaya dapat diambil dari biaya safe guarding.
f. Alokasi kuota petugas haji Indonesia tahun 2017 sesuai ketersediaan barcode adalah sejumlah 3.500 orang.
g. Peningkatan kualitas pelayanan bis antar-kota, bis shawalat, dan bis menuju Armina.(teropongsenayan)

Comments

comments

LEAVE A REPLY