Inilah 5 Kepala Daerah Kader Golkar yang Diciduk KPK

0
345

pribuminews.com – Satu persatu kader Partai Golkar yang menjabat kepala daerah diciduk atau ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, karena diduga terlibat korupsi. Bukan karena KPK menargetkan Golkar, tapi memang kebetulan kepala daerah yang dicokok KPK mayoritas adalah kader Golkar. Siapa saja?

Berikut 5 kepala daerah asal Golkar yang berurusan dengan KPK beberapa waktu terakhir, Kamis (27/9):

1. Gubernur Bengkulu

Ridwan Mukti ditangkap tim KPK bersama 4 lainnya termasuk istri Gubernur, Lily Martiani Maddari, pada Selasa (20/6). Ridwan yang juga ketua DPD Golkar Bengkulu itu diduga dijanjikan fee hingga Rp 4,7 miliar dari dua proyek peninggian jalan di Bengkulu.

“Ada dua proyek peninggian jalan di Bengkulu, yang nilai proyeknya masing-masing Rp 37 miliar dan Rp 16 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (21/6).

Dua proyek itu adalah proyek peningkatan jalan Tes-Muara Aman, Kabupaten Rejang Lebong senilai Rp 37 miliar; dan proyek peningkatan jalan Tes-Curuk Air Dingin di kabupaten yang sama.

2. Wali Kota Tegal

Kepala daerah yang punya julukan Bunda Siti itu ditangkap pada 29 Agustus setelah diduga menerima uang sebesar Rp 300 juta terkait dana kesehatan di daerahnya. Siti bersama orang dekatnya, Amir Mirza, diduga menerima suap dari Cahyo Supardi sebanyak Rp 300 juta.

Suap itu terkait pengelolaan dana kesehatan RSUD Kardinah Kota Tegal dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kota Tegal tahun 2017. Nilai uang yang diduga diterima Siti dan Amir hingga Rp 5,1 miliar.

3. Bupati Batubara

KPK menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain atas dugaan kasus suap pada Rabu (13/9). Ketua DPD Golkar Batubara itu ditangkap bersama 7 orang lainnya yakni Khairul Anwar (swasta), Sujendi Tarsono (pengusaha diler mobil), Helman Hidayat (Kepala Dinas PU), Saiful Azhar (kontraktor), Agus Salim (staf bupati), Muhammad Nur (sopir bupati), dan Maringan Situmorang (kontraktor).

Bupati OK Arya diduga menerima suap terkait fee pengurusan proyek sebesar Rp 4,4 miliar dari Maringin Situmorang. Diduga uang itu sebagai fee dari pengurusan 2 proyek pembangunan di Kabupaten Batubara, yakni pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar dan pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar. Penyerahan suap sebesar Rp 4 miliat tersebut, dilakukan tiga kali secara bertahap sejak bulan Mei hingga Agustus.

4. Wali Kota Cilegon

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (22/9) malam, terkait suap izin Amdal Transmart. KPK mengamankan uang tunai Rp 1,152 miliar yang merupakan bagian dari komitmen senilai Rp 1,5 miliar yang diduga diberikan untuk Wali Kota Cilegon melalui transfer dari PT KIEC dan PT BA melalui CUFC.

Tujuan pemberian itu diduga agar dikeluarkan perizinan untuk pembangunan Transmart. Pemberian dilakukan dua kali transfer, yaitu pada 19 September sebesar Rp 700 juta dan 22 September sebesar Rp 800 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi oleh Wali Kota Cilegon dan 4 orang lainnya terkait perizinan pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon tahun 2017.

5. Bupati Kutai Kertanegara

Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 September. Namun baru ramai pada Selasa (26/9) kemarin saat KPK sudah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Kukar.

Penetapan tersangka calon Gubernur Kaltim dari Golkar itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor: Sprin. Dik-96/01/09/2017. Rita disangka telah menerima gratifikasi bersama seseorang bernama Khairudin yang merupakan Komisaris PT Media Bangun Bersama.

KPK menjerat Rita dengan Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut mengatur tentang pidana gratifikasi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.(kumparan)

Comments

comments

LEAVE A REPLY