Hakim Cepi, Pengadil Novanto yang Pernah Bebaskan Terdakwa Korupsi

0
253
Hakim tunggal Cepi Iskandar memimpin sidang praperadilan Setya Novanto terhadap KPK terkait status tersangka kasus dugaan korupsi KTP Elektronik. (Foto: Istimewa)

pribuminews.com – Hakim Cepi Iskandar saat ini sedang menjadi sorotan. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu yang akan menentukan status tersangka Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Menurut jadwal, vonis sidang praperadilan yang diajukan Novanto akan digelar Jumat (29/9) sore. Hakim Cepi adalah hakim tunggal yang akan membacakan vonis gugatan praperadilan tersebut.

Berdasarkan penelusuran kumparan (kumparan.com), bukan kali ini saja Cepi menangani perkara praperadilan di PN Jakarta Selatan. Ia sebelumnya menangani praperadilan yang diajukan oleh bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Dalam putusannya, hakim Cepi menolak gugatan dan menyatakan status tersangka Hary Tanoe adalah sah.

“Semua hakim PN Jaksel pernah menangani praperadilan dengan berbagai tingkat kesulitan,” kata Kepala Humas PN Jakarta Selatan, Made Sutrisna, dalam pesan singkatnya saat dihubungi.

Tidak hanya praperadilan, hakim Cepi juga diketahui pernah setidaknya 3 kali menangani perkara korupsi. Bahkan dalam salah satu perkaranya, Cepi pernah membebaskan seorang terdakwa kasus korupsi pada tahun 2007 silam.

Ketika itu, Cepi masih bertugas di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Kasus yang ditanganinya itu adalah dugaan korupsi proyek pengadaan buku Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan terdakwa Joko Sulistyo.

Hakim Cepi yang menjadi ketua majelis menyatakan bahwa Djoko sebagai pimpinan proyek pengadaan buku Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat itu telah melakukan proyek itu sesuai dengan prosedur. Majelis hakim juga menilai tidak ada penggelembungan dana dalam pelaksanaan proyek itu.

Kasus korupsi lain yang ditangani Cepi juga diketahui bersinggungan dengan KPK. Ketika itu dia tercatat adalah hakim pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Lampung.

Kasus yang dimaksud adalah korupsi pengadaan alat customer information system (CIS) dengan terdakwa Hariadi Sadono pada tahun 2011. Hariadi merupakan mantan Direktur PT PLN (Persero) wilayah Lampung.

Cepi, yang kala itu menjadi ketua majelis hakim menyatakan Hariadi terbukti bersalah melakukan korupsi. Pada perkara korupsi itu, Cepi menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan vonis tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 137.380.120.
Kini, hakim Cepi kembali menjadi sorotan publik. Nasib status tersangka Novanto saat ini berada di tangan hakim Cepi, selaku wakil tuhan di dunia.(kumparan)

Comments

comments

LEAVE A REPLY