Pentolan Alumni 212 Bantah Kecurigaan Jenderal Tito

0
113

pribuminews.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnivian terang-terangan menyampaikan kecurigaannya terhadap acara Reuni Alumni 212 yang dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (2/12).

Menurut Jenderal Tito, acara tersebut berkaitan dengan urusan politik. Alumni 212 membantah tudingan tersebut.

“Politis bagaimana? Nggak ngerti saya,” kata salah satu perwakilan Alumni 212 Muhammad Al-Khaththath di gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/11).

Baca juga: Kapolri Curiga ada Muatan Politik Pada Reuni 212

Pria yang dikenal sebagai Sekjen Forum Umat Islam (FUI) itu bersama sejumlah tokoh lainnya menyampaikan undangan untuk pimpinan dan anggota DPR agar hadir pada Reuni Alumni 212 itu.

Al-Khaththath juga mengatakan kegiatan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemilihan umum maupun pemilihan presiden 2019.

“Kami kan 212, bukan 219, iya kan? 212 saja tidak sampai 9 tidak sampai 19. Tidak ada itu, politik apa itu,” cetusnya.

Menurutnya, kalau politik maka kegiatan itu terang-terangan mendukung seseorang untuk menjadi presiden 2019.

“Nah itu baru politik. Kalau kami tidak. Kami mensyukuri kebersatuan umat Islam, itu saja,” jelasnya.

Dia tidak ingin mengomentari apa maksud tudingan yang diarahkan kepada kegiatan reuni itu. “Saya tidak mengerti maksud beliau, tanya sama beliau,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolri menyebut aksi itu bermuatan politis. “Ini juga tidak akan jauh-jauh dari politik. Tetapi, politik 2018-2019,” kata Tito di gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/11).(JPNN)

Comments

comments

LEAVE A REPLY