Sebabkan Kematian di Filipina, Vaksin Dengvaxia Sudah Masuk ke Indonesia

0
83

pribuminews.com – Jumat (1/12) pemerintah Filipina menghentikan program imunisasi nasional Dengvaxia, vaksin demam berdarah, yang diberikan kepada bocah usia 9 tahun.

Filipina dihebohkan skandal vaksin demam berdarah Dengvaxia. Vaksin produksi Sanofi Pasteur itu diduga menyebabkan kematian tiga orang anak di negara kepulauan tersebut.

Selain Filipina, sejak 2016 Dengvaxia juga dijual di sebelas negara lain. Termasuk di antaranya, Indonesia dan Brasil. Namun, sejauh ini baru Filipina dan Brasil yang melaksanakan imunisasi nasional Dengvaxia untuk anak-anak.

Menurut Sanofi Pasteur, produk tersebut telah lolos uji kualitas dan memiliki 19 izin. Namun, sejak pertengahan 2016, WHO sudah menyebut keamanan Dengvaxia belum terjamin.

Riset WHO menyebutkan bahwa Dengvaxia justru bisa memperparah penyakit demam berdarah pada pasien yang baru pertama terserang penyakit tersebut pascaimunisasi.

”Mulai sekarang, pemberian vaksin ini tidak kami rekomendasikan kepada anak atau individu yang belum pernah terserang demam berdarah,” kata Ng Su-Peing, kepala medis global Sanofi Pasteur Filipina, kemarin.

Kemarin, Senin (4/12), pemerintah Filipina mulai melakukan investigasi terhadap vaksin tersebut. Parahnya, vaksin yang bertujuan mengantisipasi demam berdarah itu sudah kadung diberikan kepada 730.000 anak di seantero Filipina.

Kini pihak Sanofi Pasteur mengaku menunggu saran WHO soal nasib Dengvaxia.(JPNN)

Comments

comments

LEAVE A REPLY