Setiap Tahun Hakim di Indonesia Alami Gangguan Jiwa

94

pribuminews.com – Menjadi hakim bukanlah pekerjaan gampang. Salah menjalani, orang yang terjun ke profesi tersebut bisa gila.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung Abdullah mengungkapkan beberapa hakim akhirnya menjadi gila.

“Setiap tahun ini paling tidak ada dua orang yang mengalami gangguan jiwa. Jadi setiap habis pendidikan rata-rata yang alami ganguan jiwa,” kata Abdullah di kantornya, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Berdasarkan pengalaman Abdullah, banyak hal yang menyababkan para hakim sakit mental. Salah satunya adalah tidak memiliki passion.

“Kita tidak tahu karena pertentan batin. Dulu ada calon hakim yang pengen jadi guru. Orangtuanya memaksakan jadi hakim,” beber Abdullah.

Secara akademis, calon hakim itu memang bisa lolos berbagai macam tes. Namun, dia kaget mengetahui dunia hakim saat diberikan pendidikan dan pembekalan.

“Saat pendidikan jadi goncang kejiwaannya. Ada teman saya sampai sekarang tidak sembuh. Ini serius dan itu benar,” kata dia.

15 Calon Hakim Mundur

15 calon hakim yan telah lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 memutuskan mundur.

Padahal, kelimabelas orang tersebut telah menyisihkan ribuan peserta yang melamar menjadi wakil Tuhan.

Abdullah mengakui ini adalah jumlah yang besar untuk kategori mengundurkan diri. Walau tidak mengetahui semuanya, Abdullah mengatakan ada calon hakim memilih mundur karena tidak dapat izin orangtua.

“Alasan sangat subyektif. Ada yang tidak diperkenankan orang tuanya. Dafar ke sini anaknya sampai memohon orang tuanya tetap tidak berikan izin,” kata Abdullah.

Pada seleksi CPNS 2017, jumlah calon hakim yang diterima adalah sebanyak 1.035 orang laki-laki dan 542 orang calon hakim perempuan. Sehingga jumlah total calon hakim yang diterima adalah 1.577 orang.

Mereka selanjutnya akan mendapat pendidikan dan pembekalan yang diselenggarakan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.(tribunnews)

Comments

comments