Produk Angkutan Unggulan Hadir di GIICOMVEC 2018

327
PT Isuzu Astra Motor Indonesia meluncurkan truk New Isuzu GIGA di GIICOMVEC 2018 sebagai line up baru di kelas Medium Duty Truck. Isuzu GIGA menjadi salah satu penyumbang angka penjualan Isuzu sejak meluncur perdana tahun 2011.

pribuminews.com – Pameran GIICOMVEC (GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 secara resmi telah dibuka pada hari Kamis, 1 Maret 2018. Pameran berkonsep business to business (BtoB) khusus industri kendaraan komersial ini mendapatkan dukungan yang kuat dari pelaku industri dengan menjadikan GIICOMVEC sebagai ajang untuk meluncurkan produk baru dan memberikan update mengenai teknologi yang digunakan pada kendaraan komersial.

Dari keseluruhan 14 Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan komersial, enam diantaranya memanfaatkan ajang GIICOMVEC untuk meluncurkan produk baru. Keenam APM tersebut adalah Isuzu, Iveco, Mercedes-Benz, Suzuki, Volvo, dan Mitsubishi Fuso.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia meluncurkan truk New Isuzu GIGA sebagai line up baru di kelas Medium Duty Truck. Isuzu GIGA menjadi salah satu penyumbang angka penjualan Isuzu sejak meluncur perdana tahun 2011.

“Isuzu terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan consumer truck di Indonesia sekaligus menjawab tantangan untuk program-program pemerintah yang terus berkembang, terutama di bidang infrastruktur dan logistik,” tutur Ernando Demily, Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Sementara itu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan versi facelift dari Mega Carry pickup. Mobil niaga Suzuki Carry pickup menjadi salah satu model terlaris dan telah terjual lebih dari 1 juta unit. Model Suzuki Carry pickup yang telah berusia lebih dari 42 tahun merupakan kendaraan niaga yang popular sepanjang masa.

“Dari generasi ke generasi Suzuki Carry pickup dipilih oleh para pelaku usaha sebagai kendaraan yang irit, andal, dan tangguh sehingga memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha tersebut,” papar Donny Saputra, Head of Marketing PT SIS.

GIICOMVEC 2018 juga dimanfaatkan oleh Mercedes-Benz untuk memperkenalkan produk truk terbarunya, seri Axor 2528 R. Pabrikan asal Jerman tersebut menegaskan kehadiran Axor 2528 R yang mengusung tagline “Handcrafted in Indonesia” dan dirakit di pabrik perakitan Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, merupakan jawaban tingginya permintaan untuk pasar logistik di tanah air. Truk berkapasitas 6 ton ini merupakan pencapaian tersendiri, tidak hanya bagi Mercedes-Benz tapi juga bagi industri di Indonesia. “Alasan kami meluncurkan Axor 2528 R karena merupakan truk yang andal dan sesuai dengan kebutuhan industri komersial untuk mengangkut barang dagangan,” ujar Markus Villinger, President Director dan CEO PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia.

Sama halnya dengan Mercedes-Benz, merek truk IVECO yang merupakan spesialis truk kelas berat (heavy truck) juga meluncurkan produk baru. Kehadiran merek truk asal Italia di Indonesia di pameran kali ini adalah seri IVECO 682 varian 4×2 (GCW44 ton) dengan model head traktor dan bermesin 290 hp. Sebelumnya, IVECO 682 telah dipasarkan di Indonesia sejak 2015 dalam beberapa varian.

“Respon dari pasar terhadap produk IVECO 682 cukup bagus, apalagi produk-produk dari kami telah teruji dalam kondisi medan berat namun tetap nyaman digunakan, ergonomis, stabil, dan aman,” ujar Teophilus Bambang Wira, Presiden Direktur PT Chakra Jawara, anak perusahaan Tiara Marga Trakindo (TMT) yang merupakan diler resmi IVECO di Indonesia.

Tak ketinggalan, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia turut berpartisipasi di GIICOMVEC 2018 dengan mengusung empat truk baru seri Fighter, yang merupakan line-up Medium Duty Truck (MDT). Keempat truk Mitsubishi Fuso tersebut adalah Fighter FM65FS HiGear 4×2 Cargo, Fighter FN62F HD 6×4 Dump, Fighter FN 62F Tractor Head 6×4 dan Fighter FN61FM HD 6×2 Tank.

Menurut Atsushi Kurita, Presiden Direktur KTB dalam sambutannya menyebutkan bahwa fitur dan spesifikasi baru yang dimiliki oleh Fighter diharapkan menjadi idola baru di kelasnya. Produk Fuso Fighter ini akan menyesuaikan kebutuhan pasar Indonesia dan akan dirakit secara lokal di pabrik Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Konsep B2B yang dihadirkan GIICOMVEC akan menjadi momentum yang sangat tepat untuk membuka potensi bisnis baru antara industri kendaraan komersial dan para pelaku bisnis di Indonesia, sesuai dengan harapan GAIKINDO agar ajang ini dapat menjadi “The Best Business Opportunity Through Indonesia’s Comprehensive Commercial Vehicle Exhibition”.

Ajang GIICOMVEC 2018 juga menjadi momentum bagi Volvo untuk merayakan distribusi 1.000 model truk FH16 di Indonesia. Sepanjang keberadaannya di pasar kendaraan komersial di tanah air, Volvo telah memasarkan lebih dari 4.000 truk di berbagai industri. Volvo juga merayakan kali pertama model bus B11R dipercaya sebagai sebagai armada untuk bus TransJakarta. Kedepannya, Volvo akan mendistribusikan 122 unit lagi untuk mendukung program Bus Rapid Transit (BRT) atau transportasi massalberbasis bus.

Sebanyak 32 merek dari perusahaan kendaraan komersial dan industri pendukungnya yang berpartisipasi di GIICOMVEC akan menjadi magnet bagi para pelaku industri di Indonesia. Empat belas (14) Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan komersial yakni Daihatsu, Hino, Isuzu, Iveco, MAB (Mobil Anak Bangsa), Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, Sokonindo, UD Truck, United Tractors, Toyota serta Volvo. Lima (5) industri karoseri Tanah Air; Adiputro, Laksana, Shinmei, Sugity Creatives, Trubo Engineering dan industri pendukung lainnya seperti ADR Group, Alcoa wheel, Astra otoparts, BG Product, Dunlop, Esmak Makine, Evalube, Gajah Tunggal, Goodyear, Himawan Putra, Pro7 Auto Lighting dan lainnya akan menghadirkan produk unggulannya masing-masing di GIICOMOVEC 2018.

GIICOMVEC 2018 yang digelar di area pameran seluas 16.000 meter persegi dari Jakarta Convention Center (JCC) ini akan memberikan nilai lebih bagi lebih kurang 3.000 pelaku industri yang adalah potential visitors dari berbagai yang ditargetkan akan datang dari industri transportasi, logistik, konstruksi dan infrastruktur, komoditas migas dan non-migas, termasuk batubara, minyak dan gas serta peternakan, kehutanan, retail, wholesaler dan lainnya.

Comments

comments