ATM dan Kartu Kredit Jadi Target Kejahatan Skimming

273

pribuminews.com – Kombes (Pol) Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A, Wadirtipideksus Bareskrim Polri, di acara Forum Promoter Polri 2018 yang kesatu dengan tema “Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Skimming Perbankan” pada hari Selasa 10 April 2018 di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, memaparkan perbankan adalah lembaga keuangan yang menyediakan layanan kepada pengguna atau klien. Perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, memberikan kemudahan pengembangan sistem perbankan itu sendiri, dengan pengembangan sistem dan layanan untuk memfasilitasi dan memanjakan pelanggannya. Berkenaan dengan fleksibilitas, efisiensi, dan kepraktisan. Lahirlah sebuah metode baru dalam pengembangan layanan di perbankan bagi pelanggan, di mana sistem ini disebut electronic banking, atau biasa dengan istilah e-banking yang memungkinkan pengguna layanan pelanggan dapat memanfaatkannya, dimanapun dan kapanpun, tidak dibatasi oleh waktu dengan layanan.

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan teknologi jaringan komputer pun semakin meningkat. Contohnya sebagai media penyedia informasi, kegiatan komunitas komersial, perbankan, mempermudah transaksi dengan e-banking dan m-banking, dsb. Melalui dunia internet atau cyber space dan seiring perkembangannya, menyebabkan munculnya kegiatan cybercrime seperti hacking, pencurian kartu kredit.

“Adanya cybercrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan dengan teknologi komputer. Padahal umumnya kita sebagai manusia menginginkan privacy dan perasaan aman dalam menjalani hidup sehari-hari, termasuk juga dengan penggunaan internet terlebih lagi dalam hal perbankan,” katanya.
Lebih lanjut disebutkan Kombes (Pol) Daniel, “CyberCrime dalam kegiatan perbankan diantaranya yaitu Skimming, Carding dan hacking aplikasi/program.”

Kombes (Pol) Daniel pun menjabarkan beberapa kegiatan yang potensial menjadi target cybercrime dalam kegiatan perbankan antara lain layanan pembayaran menggunakan kartu ATM/kredit pada situs-situs toko online dan layanan perbankan online (online banking).

Jadi ditegaskan kembali oleh Kombes (Pol) Daniel bahwa Skimming adalah tindakan pencurian data informasi yang ada dalam kartu ATM/KK dengan cara memindahkan data tersebut kepada kartu kosong (white card). Modusnya memasang alat pada slot mesin ATM. Cara kerjanya pelaku mencari mesin ATM yang tidak ada penjaga keamanan dan sepi. Kebanyakan untuk pelaku berasal dari negara luar atau asing. (dod)

Comments

comments