pribuminews.com, Dalam pertemuan dengan US-ASEAN Business di Washington (18/4) Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia terutama anak muda merupakan pasar bagi Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia.

Sekitar 150 juta pengguna handphone dengan 80 juta sebagai pengguna internet memberikan kesempatan kepada investor Amerika untuk mengembangkan bisnisnya di berbagai bidang termasuk pengembangan teknologi.

Ditambah lagi Indonesia akan mengembangkan teknologi yang disebut revolution technology 4.0 yang diinisiasi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang potensial untuk bekerja sama dengan investor dari Amerika Serikat (USA).

Untuk bidang industri berat, pemerintah Indonesia kini memberikan syarat untuk menggunakan material lokal untuk memberikan akses kepada sumber daya dan berkembangnya pengusaha lokal. Menko Luhut memberikan contoh seperti sekarang sedang mengembangkan baterai lithium di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Selain itu juga membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Morowali, Sulawesi Tengah di mana akan banyak pengembangan industri berat.

Menurut Menko Luhut memang ada isu tenaga kerja asing yang berasal dari Tiongkok, namun sebenarnya pemerintah memberikan syarat seperti TKA hanya bisa dalam waktu 3 tahun kemudian harus transfer teknologi.
Belajar dari Tiongkok, pemerintah ke depan akan fokus kepada pendidikan politeknik dan vokasi dalam bidang teknik.

Hal ini bertujuan agar selain untuk menghasilkan tenaga-tenaga profesional juga dapat mengurangi ketergantungan kepada tenaga kerja asing.

“Dengan mempunyai tenaga kerja yang handal, maka kami bisa banyak menghasilkan produk lokal sehingga bisa mengurangi barang impor”, ujar Menko Luhut.

Menko Luhut menjelaskan terkait kunjungannya ke Tiongkok pada minggu lalu dalam pertemuan One Belt One Road yaitu menjalin kerja sama bisnis adalah untuk mengembangkan industri dan teknologi di Indonesia.

“Indonesia negara besar sehingga tidak akan mengambil keputusan berada di salah satu pihak terkait perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat,” tegas Menko Luhut saat menerangkan posisi Indonesia dalam trade war Tiongkok dan Amerika Serikat.

Dalam menjawab pertanyaan salah satu peserta, Menko Luhut menerangkan bahwa kondisi politik di Indonesia stabil dalam menghadapi tahun politik dan aman untuk berinvestasi. Selain itu juga menerangkan persiapan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada bulan Oktober mendatang dari berbagai segi, seperti telah disediakan 21 hotel di sekitar Nusa Dua, perpanjangan runaway di Bandara Ngurah Rai sedang dikerjakan sambil meminta maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia untuk menambah rute dan jadwal dari Singapura ke Bali.

“Dari sisi keamanan, juga telah dilakukan simulasi dengan teknologi canggih. Apabila terjadi erupsi Gunung Agung dampaknya hanya 10 km dari sekitarnya, sehingga tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan annual meeting,”ungkap Menko Luhut.

Dalam kesempatan ini, Menko Luhut juga memberikan informasi pariwisata seperti 12 destinasi pariwisata yang ada di Bali, Banyuwangi dengan kawah Ijen, Borobudur dan Danau Toba yang dapat dikunjungi oleh para peserta usai meeting.

Saat paparan dan penjelasan terhadap komunitas bisnis ini, Menko Luhut didampingi Menkominfo Rudiantara yang juga mengungkapkan sikap Indonesia terhadap Facebook yang kini tengah diselidiki kepolisian.

Sebelum menutup pertemuan yang difasilitasi oleh Alexander C. Feldman, Menko Luhut mengingatkan agar segera mendaftarkan sebagai peserta annual meeting IMF World Bank bulan Okober 2018 ini di Bali. (pw)

Comments

comments