Hoax Bisa Ganggu Ketahanan Pangan di Masyarakat

524

pribuminews.com – Hoax sudah ada sejak Perang Dunia Ke-2. begitu salah satu pernyataan awal dari AKP (Pol) Bayu Hernanto, S.Kom., S.IK, Kasubnit V Subdit III Direktorat Siber Polri, saat menjadi pembicara di Forum Promoter 2018 Polri, bertema “Polri Serius Tangani Hoax Penyebab Retaknya Persatuan dan Kesatuan Indonesia”, Selasa, 24 April 2018 di Hotel 88, Jakarta Selatan. Bayu mencontohkan berita hoax yang terjadi pada saat itu yakni “Pada awal bulan September 1939, Adolf Hitler, memerintahkan untuk menyerang Polandia karena telah menembaki tentara Jerman. Peristiwa ini merupakan awal pemicu meletusnya Perang Dunia II. Namun kebohongan akhirnya terungkap bahwa ternyata tentara Jerman sendiri yang membunuh pasukan Jerman di perbatasan Polandia (Sumber: HTTPS://HYPE.IDNTIMES.COM/FUN-FACT/SISTA-NOOR-ELVINA/SEREM-PERISTIWA-INI-TERJADI-AKIBAT-KABAR-HOAX-LHO-C1C2/FULL).

Lalu lanjut Bayu mengungkapkan, kejadian Hoax yang berdampak pada situasi ketahanan pangan dan masyarakat di daerah kejadian dan sekitarnya juga terjadi di Indonesia. Dia menyontohkan kasus Hoax telur palsu yang beredar di media massa. “Beredar viralnya Isu Hoax terkait telur palsu, ternyata membawa dampak besar. Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan omzet telur di pasaran, baik dari sisi peternak maupun pedagang menurun hingga 40 persen,” kata Bayu mengutip salah satu media.

Bayu menyebutkan ada Undang-Undang yang bisa menjerat soal Hoax, yakni Perundang-undangan No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aturan itu ada di dalam PASAL 27:
(1) MUATAN YANG MELANGGAR KESUSILAAN.
(2) MUATAN PERJUDIAN.
(3) MUATAN PENGHINAAN DAN/ATAU PENCEMARAN NAMA BAIK.
(4) MUATAN PEMERASAN DAN/ATAU PENGANCAMAN.

PASAL 28
1. BERITA BOHONG YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KONSUMEN.
2. MENIMBULKAN RASA KEBENCIAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN (SARA).

PASAL 30
1. MENGAKSES KOMPUTER MILIK ORANG LAIN.
2. UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI ELEKTRONIK DAN/ATAU DOKUMEN ELEKTRONIK.
3. MENGAKSES KOMPUTER DENGAN CARA MENJEBOL SISTEM PENGAMANAN.

PASAL 31
(1) MELAKUKAN INTERSEPSI DALAM SUATU KOMPUTER MILIK ORANG LAIN. (pam)

Comments

comments