Indonesia Week di Nagoya Dapat Sambutan Meriah

46

pribuminews.com – Inisiatif Be Indonesia menyelenggarakan Second Indonesia Week di Nagoya, persisnya di Nagoya TV Tower. Gelaran Indonesia Week dibuka oleh Duta Besar Indonesia di Jepang, Arifin Tasrif bersama dengan Gubernur perfectur Aichi, Hideaki Nomura pada Sabtu, 28 April 2018.

Dalam kesempatan itu Arifin Tasrif mengatakan bahwa peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang merupakan momentum yang strategis bagi kedua negara untuk merefleksikan capaian yang telah diraih kedua negara, secara bersama-sama dan mengharapkan kemitraan yang semakin dinamis di masa depan.

Sebagai sambutan atau welcoming remark, Hideaki Nomura menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara yang menetapkan Nagoya sebagai host kegiatan Indonesia Week. Ia juga menyampaikan bahwa Aichi memiliki hubungan yang kuat secara ekonomi dengan Indonesia.

“Populasi Indonesia di perfecture atau provinsi Aichi sebanyak 6.000 orang. Orang Indonesia yang ada di perfecture ini memiliki berbagai macam latar belakang kegiatan, mencakup tenaga kerja, orang yang bersekolah atau kuliah, dan ada juga orang Indonesia yang menikah dengan orang setempat,” ungkap Nomura.

Ia juga mengatakan bahwa Aichi merupakan rumah bagi Toyota. Sebagaimana diketahui, Toyota merupakan produk kendaraan asal Jepang yang sudah menjejak di Indonesia mulai dari medio 1970-an.

Hideaki Nomura juga mengatakan bahwa beberapa bulan lalu dirinya telah berkunjung ke Indonesia bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan pihak Kamar Dagang Indonesia atau KADIN.

“Kami membicarakan potensi kerja sama antara Aichi dan Indonesia dalam bidang ekonomi agar terus bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Hubungan bilateral kedua negara telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ini, tercermin dari meningkatnya jumlah saling kunjung antara kedua pemimpin dan juga pejabat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara juga secara aktif terlibat dalam berbagai kerja sama di forum regional dan internasional dan terus bekerja sama dalam memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dewan Pembina ‘Be Indonesia’ Toto Pranoto dalam sambutannya menjelaskan bahwa dalam bidang investasi, Jepang masih merupakan investor terbesar ke-2 bagi Indonesia. Di samping itu, Jepang tak lain sebagai mitra dagang utama Indonesia.

Kedua negara telah melakukan Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future yang ditandatangani pada tanggal 28 November 2006 serta Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang ditandatangani pada 20 Agustus 2007. Kedua negara telah bekerjasama tidak hanya di bidang ekonomi, politik dan keamanan, tetapi juga people-to-people exchange.

Dalam rangka menyambut perayaan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara, terdapat tantangan untuk memanfaatkan momentum ini, serta memastikan bahwa kerja sama di masa depan memerlukan penegasan komitmen kedua negara untuk menjalin persahabatan dan kerja sama untuk keuntungan bersama bagi generasi mendatang. Menyongsong apa yang menjadi konsetrasi pemerintah dalam perayaan 60 tahun hubungan diplomatik, berbagai kegiatan inisiatif sektor swasta dan berbagai komponen bangsa merupakan bagian dari “Bekerja Bersama, Maju Bersama!” menuju masa depan bersama.

“Inisiatif Be Indonesia menyelenggarakan Second Indonesia Week di Nagoya adalah sebagai bagian dari inisiatif People to People untuk merekatkan hubungan diantara ke 2 negara. Event ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi kreatif dan pariwisatanya sekaligus meningkatkan awareness pihak Jepang terhadap berbagai potensi pariwisata dan ekonomi yang ditawarkan seluruh exhibitor yang tampil dalam event ini,” kata Toto Pranoto yang juga menjabat sebagai Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kegiatan Second Indonesia Week ini berlangsung sejak Sabtu 28 April hingga 30 April 2018 di area Mochinoki Hiroba Nagoya , meliputi berbagai aktivitas seperti :Intimate Concert , Culinary Bazaar , Batik Workshop , Community Parade, Edu Talkshow ,serta Business Forum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh exhibitor yang tampil dalam acara ini , terutama pada Kementrian/Lembaga, BUMN, Pemerintah Propinsi dan Pemkab/Kota serta para performers lainnya yang telah mewarnai secara meriah acara ini,” kata Toto Pranoto.

Acara Second Indonesia Week dibuka secara resmi pada Sabtu 28 April 2018, sekitar pukul 11 waktu setempat dalam suasana cuaca cerah dan udara hangat. Gelaran Indonesia Week di hari pertamanya dihadiri sekitar 2.000 pengunjung terdaftar.

Peserta exhibitor mewakili Propinsi meliputi Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Barat (Sumbar). Sementara exhibitor Kabupaten/Kota meliputi Cianjur, Bekasi, Bandung, dan Padang. Peserta Exhibitor juga meliputi beberapa perusahaan BUMN, komunitas Indonesia di Jepang, serta performers dari Jepang, seperti konser Biola Tunggal, Bali dancing, Indie Band.

Performers Indonesia antara lain Malang Amore Festival , Jogja KustomFest, Imperium Band, dan beberapa tarian daerah. Pada exhibitor BUMN, misalnya stand Sarinah menampilkan handy craft yang mendapat respon minat yang baik dari para pengunjung. Demikian pula pelayanan oleh KBRI mendapat kunjungan yang tinggi, terutama masyrakat Indonesia di Jepang.

“Kami mengharapkan Second Indonesia Week ini bisa memberikan kontribusi penting bagi peningkatan hubungan Indonesia-Jepang. Event ini diharapkan bisa terus berlanjut pada periode mendatang,” pungkas Arifin Tasrif. []

Comments

comments