Jelang Ramadhan, Kemendag Sinergikan Stabilisasi Pasokan dan Harga Bapok

251
foto: istimewa

pribuminews.com – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP), Kasan melakukan kunjungan kerja ke Palu, Sulawesi Tengah untuk memantau kesiapan provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. Dalam kunjungan kerjanya, Kasan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H, hari ini, Kamis (3/5).

“Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di minggu ke-14 April menunjukkan secara umum harga bapok dibanding bulan sebelumnya relatif stabil bahkan cenderung turun, seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng kemasan, gula pasir, tepung terigu, cabai rawit dan bawang putih. Komoditi yang harganya naik cukup tinggi hanya bawang merah,” kata Kasan dalam Rakorda.

Kasan juga mengatakan stabilitas harga bapok khususnya menjelang Puasa dan Lebaran merupakan prioritas nasional yang perlu didukung secara penuh oleh seluruh jajaran Kemendag maupun pemerintah daerah. Serta perlu dilakukan upaya antisipasi dini berupa koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam rangka menjaga ketersediaan bapok di masyarakat khususnya saat Puasa dan Lebaran dengan harga yang terjangkau sehingga dapat menjaga tingkat inflasi sesuai target.

Kemendag akan menerapkan empat langkah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok saat puasa dan Lebaran. Langkah-langkah tersebut adalah penguatan regulasi melalui penerbitan Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Pembelian di Konsumen, serta Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

Penguatan regulasi juga dilakukan lewat Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bapok. Peraturan ini mengamanatkan bahwa setiap pelaku usaha distribusi yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok wajib memiliki TDPUD BAPOK, meliputi distributor, subdistributor, dan agen. Pelaku usaha distribusi yang tidak mendaftarkan diri dan tidak melapor akan dikenakan sanksi.

Langkah selanjutnya adalah penatalaksanaan melalui rapat koordinasi HBKN 2018 di daerah. Rakorda akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Kemendag juga bersinergi dengan BUMN dan pelaku usaha untuk memastikan HET beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging terus diterapkan. Perum Bulog juga ditugaskan untuk menyalurkan beras medium dengan harga sesuai HET untuk menambah pasokan di semua pedagang beras yang ada di pasar.

Kemudian, langkah pemantauan dan pengawasan, yaitu Eselon I Kemendag turun langsung dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi, Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota, serta Satgas Pangan. Langkah berikutnya, adalah upaya khusus melalui penetrasi pasar. Kemendag akan melakukan penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern menjelang lebaran untuk mengawal kelancaran pasokan bapok.

Untuk memastikan harga dan pasokan beras tetap stabil sebelum dan saat bulan puasa, serta saat Lebaran, maka mulai 13 April 2018 Kemendag mewajibkan seluruh pedagang pasar rakyat untuk menyediakan beras medium dan menjualnya sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sejalan dengan hal tersebut, ritel modern juga diwajibkan untuk menyediakan beras premium yang dijual sesuai dengan ketentuan HET.

“Pelaku usaha diminta menyalurkan beras medium ke pasar-pasar rakyat, dan pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan Bulog untuk memasok beras Bulog ke pasar rakyat,” kata Kasan.

Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras mengatur harga beras medium untuk wilayah Sulawesi adalah Rp9.450/kg dan beras premium adalah Rp12.800/kg.

Terkait gula, Satgas Pangan akan terus mengawasi dipatuhinya HET gula yaitu Rp12.500/kg. Kemendag juga mewajibkan seluruh produsen minyak goreng mengalokasikan 20% produksinya untuk dikemas dalam kemasan sederhana yang dijual seharga Rp11.000/liter dan dalam bentuk curah dengan harga Rp 10.500/liter.

Terkait bawang putih, Kasan menjamin ketersediaannya di pasar melalui penyaluran bawang putih impor ke daerah-daerah. Importir dan distributor diharuskan menyalurkannya dengan harga Rp25.000/kg. Selain itu, Kasan menegaskan daging beku dengan harga Rp80.000/kg harus tersedia sebagai pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan daging sapi dengan harga terjangkau.

Rakorda turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Ardiansyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Arief Latjuba, Wakil Kepala Bank Indonesia Sulawesi Tengah Indratmoko, Kepala Bulog Divre Sulawesi Tengah Khozin, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Wahyu Widayat, Perwakilan Satgas Pangan, kepala-kepala dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua Umum Kadin, Perwakilan dari Pelindo cabang Palu dan pelaku usaha serta distributor.

Tinjauan Lapangan

Dalam kunjungan kerja kali ini, Kasan menyempatkan diri meninjau langsung harga dan pasokan bapok di Pasar Manonda dan Pasar Masomba. Dalam tinjauan tersebut, diketahui harga bapok relatif stabil, bahkan beras premium dijual di bawah HET, seperti merek Cinta Nur Rp11.000 – Rp 12.500/kg dan merek Pandan Wangi Rp11.000 – Rp12.500/kg. Harga beras medium dengan merek Kepala Rp9.400 – Rp11.000/kg, merek Superwin Rp10.000 – Rp11.000/kg, merek Bramo Rp10.000- Rp11.000/kg. Dikedua pasar ini juga telah tersedia beras medium Bulog yang dijual dengan harga Rp9.000/kg.

Untuk harga gula putih curah terpantau sudah sesuai HET, yaitu berada di kisaran Rp12.000 – Rp12.500/kg, daging sapi Rp110.000/kg, daging ayam ras Rp25.000/kg, minyak goreng curah Rp11.000 – Rp12.500/liter (diatas HET), minyak goreng kemasan premium Rp13.000 – Rp 16.000/liter, bawang merah Rp30.000 – Rp35.000/kg, bawang putih Rp30.000 – Rp35.000/kg, dan cabe merah keriting Rp25.000 – 26.000/kg.

Kasan juga meninjau RPK dan Gudang Bulog Divre Sulawesi Tengah, gudang distributor minyak goreng curah PT Multi Nabati Sulawesi, gudang distributor gula dan terigu CV. Garindo, dan ritel modern Transmart serta Hypermart.

Dari hasil pantauan hari ini, gudang Bulog Divre Sulawesi Tengah memiliki stok beras medium 11.100 ton, aman untuk 6 bulan ke depan. Sedangkan stok di PT Multi Nabati Sulawesi sebagai salah satu gudang distributor minyak goreng curah tercatat 2.000 ton.

Sementara itu, per 3 Mei 2018, harga-harga di tingkat ritel modern terpantau untuk beberapa komoditas bapok sudah sesuai dengan HET. Untuk beras premium, harga di ritel Rp12.000 – Rp 12.800/kg. Untuk minyak goreng kemasan premium dengan merek Cemara, Tawon dan Filma ditemukan dengan harga sesuai HET yaitu Rp11.000/liter. Gula pasir Rp11.700 – Rp12.500/kg, daging sapi beku Rp80.000/kg, daging ayam ras Rp30.900 – Rp 32.000/kg, telur ayam ras Rp27.850/kg, bawang merah Rp55.000/kg, bawang putih Rp37.900, cabe merah keriting Rp61.500/kg dan cabe merah besar Rp63.500/kg.

“Diharapkan rangkaian kegiatan pemantauan harga dan stok bapok yang dilakukan Kemendag ini bisa menghasilkan apa yang ditargetkan. Sehingga, pada bulan Puasa nanti harga aman terkendali” ujar Kasan. (dod)

Comments

comments