Pesawat Pengangkut Anggota Brimob Dihujani Peluru di Papua

184

pribuminews.com – Pesawat yang membawa belasan anggota Brimob Polri dari Wamena menuju Bandara Kenenyam, Papua, ditembaki orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi pagi tadi.

“Benar (ada penembakan) jam 9.35 WITA pada saat pergedaran pasukan brimob dari akan ke kabupaten Nduga, ibu kota kenen itu dari Wamena digeser ke Kenyen,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/6).

Kata dia, penembakan didapat dari arah samping ketika pesawat yang disewa Brimob itu mendarat. “Akibatnya pilotnya tertembak sementara 15 penumpang (Brimob) nggak ada korban,” kata dia.

Anggota Brimob yang mendarat pun langsung mengejar para pelaku. Namun pelaku yang berkelompok itu lari bahkan sambil menembaki masyarakat sekitar. “Ada tiga yang dilukai, saya belum tau apa lukanya berat, ringan atau buruk,” sebut Tito.

Mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu mengatakan, di daerah tersebut sebelumnya terdapat kelompok bersenjata yang pernah menyandra warga sekitar. Kelompok bersenjata itu sering dimanfaatkan atau juga ikut memanfaatkan situasi pemilihan kepala daerah.

Misalnya ketika ada kelompok bersenjata menutup Bandara Ilaga di Kabupaten Puncak, Papua beberapa waktu lalu. Ternyata mereka ingin agar calon kepala daerah yang gugur boleh ikut lagi dalam Pilkada. Pihaknya sempat melakukan dialog, tapi intimidasi kembali terulang.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Tito mengatakan bahwa untuk pilkada kali ini pun juga ada kelompok tertentu yang melakukan intimidasi ke masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon kepala daerah di Papua.

“Jadi peristiwa ini kita duga adalah kelompok senjata yang untuk permainan politik,” ungkapnya.

Namun Tito mengaku belum mengetahui siapa calon kepala daerah yang memanfaatkan kelompok bersenjata itu. Sebab, kelompok yang menembaki pesawat pembawa Brimob itu belum dapat ditemukan. “Belum tau. Baru tadi (peristiwanya),” beber dia.

Sementara itu, Tito Karnavian mengatakan, sudah ada 114 personel gabungan TNI-Polri yang diterjunkan ke daerah tersebut. “Kita nggak akan mundur, kita nggak boleh kalah dalam rangka proses demokrasi berjalan tanpa intimidasi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, pesawat Twin Iter Trigana PK – YRU yang landing di Bandara Keneyam awalnya mendarat mulus. Namun lima menit kemudian, pesawat yang menuju lokasi parkir tiba-tiba langsung dihujani tembakan.

Pilot pesawat bernama Ahmad Abdillah Kamil lantas menjadi korban dengan luka tembak pada bagian punggung.(JAWAPOS)

Comments

comments