Pribuminews.com – Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, berulah lagi dan meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar segera pecat seluruh Direksi PT Antam.

Direksi PT Antam sudah mengeluarkan surat edaran untuk nonton bareng Film Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta, di bioskop Grand Indonesia. Saat itu, kebetulan Joko Widodo juga nonton film itu di Grand Indonesia pada jam 15.30, Kamis, (23/8/2018).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Komunitas Pendukung Prabowo – Sandiana Uno 2019 (Komando 2019) Dodi Chusniadi, “Surat edaran tersebut tidak bersifat wajib dan mendapat izin Direksi, bagi yang ingin hadir untuk nonton bareng serta waktunya pun sudah sesuai persiapan karyawan pulang jam 15.30 Wib. Jadi tidak masalah dan sah sah saja,” kata Dodi.

Lebih lanjut Dodi menyatakan, “Mengenai kritikan komedi Arief Poyuono abaikan saja, karena yang bersangkutan suka cari sensasi, suka dramatisir atau politisir suatu keadaan, seharusnya Arief Poyuono bercermin dulu. Kemarin sudah buat sensasi dengan menyebut Agus Harimurti Yudhoyono anak Boncel. Apalagi Fadli Zon sudah memberi lampu hijau untuk keluar dari Partai Gerindra karena Arief suka membuat blunder.”

Jadi kata Dodi lagi, “Sikap Arief Poyuono ini dapat merusak citra Partai Gerindra dan hilangnya simpatik rakyat pada Prabowo.”

Karena itu saran dari Dodi, lebih baik Arief Poyuono mengurusi kader Gerindra atau fokus dalam Pilpres dengan Politik sehat. Setelah itu baru bicara soal yang lain. “Jangan BUMN dijadikan ajang politik praktis buat dagang,” sarannya.

Menurut Dodi ada hal yang aneh dengan pendapat Arief soal minta minta penggantian direksi Antam. “Kenapa Arief Poyuono ngotot minta ganti Direksi Antam? Apa Karena Andre Rosiade (Gerindra) rekan bisnis dari Arief Poyuono mau dapat kontrak nickel ore tidak dipenuhi Direksi? Karena selama ini Andre Rosiade jadi broker nickel ore Antam dengan lebih dari 10 kapal sudah berhasil dijual ke trader aseng.” kata Dodi kepada wartawan di Senayan Jakarta Pusat, Jumat, (24/8/2018)

Sikap ngotot Arief ini dapat diduga untuk minta jatah di PT. ANTAM, bila hal ini benar maka sangat memalukan Gerindra khususnya Prabowo.

“Saya meminta Prabowo agar segera mengambil tindakan atau pemecatan terhadap Arief Poyuono sebelum yang bersangkutan berulah lagi, membuat blunder lagi dan yang dapat merugikan Gerindra dan khususnya masa pilpres Prabowo,” pungkas Dodi. (Wid/ilustrasi: istimewa)

Comments

comments