Pertamina Luncurkan Green Energy Station Dukung Target Bauran Energi Pemerintah

469

pribuminews.com – PT Pertamina (Persero) meluncurkan Green Energy Station (GES) sebagai sarana pengisian daya untuk kendaraan listrik yang akan menjadi kendaraan di masa depan. GES menjadi upaya Pertamina menjawab tantangan perkembangan industri energi, sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan yang juga tengah digenjot oleh Kementerian ESDM.

“Bauran energi telah menjadi komitmen pelaku energi di dalam negeri. Peresmian pilot project GES ini menandai masuknya era kendaraan listrik yang akan berkembang,” jelas Menteri ESDM Ignasius Jonan pada pembukaan Peluncuran GES di SPBU COCO Pertamina 31.12.902 yang terletak di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/12).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, beralihnya dunia otomotif global dari Internal Combustion Engine (ICE) ke Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicles (EV), diprediksi akan mengakibatkan pengisian baterai kendaran jenis PHEV dan EV akan menjadi substitusi bagi pengisian fuel (bahan bakar minyak/BBM) kendaraan yang saat ini merupakan bisnis Pertamina.

Sebagai langkah antisipasi dan kesiapan Pertamina dalam menghadapi disruption business dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak kearah kendaran listrik, Pertamina akan menghadirkan fasilitas pengisian listrik untuk kendaraan listrik dalam rangka mengembangan Ekosistem Bisnis Kendaraan Listrik kedepan.

Melihat hal tersebut, Nicke mengakui, Pertamina menilai bahwa bisnis pengisian baterai tersebut merupakan bagian yang terinterasi dari bisnis SPBU Pertamina di masa depan.

“Konsep utama GES memiliki 3 konsep, Konsep Pertama, Konsep Green yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area SPBU yang dimiliki, Konsep Kedua, Konsep Future yang memiliki EV Charging Station, Konsep Ketiga, Konsep Digital yaitu MyPertamina yang menjadikan pembayaran di SPBU cashless serta adanya self-service. Kedepan GES diproyeksikan akan menjadi tempat untuk pengisian baterai EV serta tempat untuk swapping baterai yang didedikasikan untuk sepeda motor listrik kecil,” jelasnya.

Saat ini pilot project GES telah hadir menjawab tantangan tersebut. Di SPBU ini telah terpasang 4 (empat) unit charging station dimana 2 (dua) unit merupakan tipe fast charging yang mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik dalam waktu kurang dari 15 menit dan 2 (dua) unit merupakan tipe normal charging.

Dalam pengembangan konsep tersebut, Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari berbagai sektor mulai dari Pemerintah melalui Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, serta sinergi BUMN dengan Telkom dan PLN, Lembaga Pendidikan melalui UI, dan pelaku bisnis kendaraan listrik BMW, Toyota, Mitsubishi, dan Gesits serta pelaku bisnis charging station Bosch. “Seluruh pihak berada dalam satu visi yang sama untuk menghadirkan suatu ekosistem energi masa depan terbaik untuk Indonesia,” tambah Nicke.

Nicke mengharapkan, GES dapat meningkatkan kualitas pelayanan ritel Pertamina melalui sistem yang cepat dan handal. Kecepatan tersebut didukung dengan sistem digitalisasi SPBU melalui standarisasi POS System dan cashless payment melalui MyPertamina.

Pertamina telah bersinergi dengan Telkom dalam menghadirkan konsep cashless payment MyPertamina dan dashboard monitoring system untuk mempermudah Management maupun stakeholder terkait untuk memantau secara langsung penjualan yang terjadi di setiap titik SPBU.

Pada SPBU GES nantinya juga akan disediakan fasilitas swapping battery untuk menjawab kebutuhan motor listrik. Saat ini Pertamina telah bekerjasama denga GESITS untuk pengembangan motor listrik.

Langkah – langkah tersebut diatas sangat penting dan Pertamina akan terus bekerja sama dan sama-sama bekerja dengan pihak terkait untuk mengembangkan konsep ini fasilitasnya demi kebaikan Negara Indonesia. (Pam/foto: ist)

Comments

comments